Monday, September 25, 2006
Tentang post yg di bawah itu, kalo untuk orang Singapur mah hal begitu ga kepikiran kali ya soalnya di sini, masalah tentang beggars itu ga serius. Sama sekali ga serius malahan. Apalagi begitu the number of beggars is on the rise pasti langsung ditackle oleh pemerintah. Which is good.Any way, coba aja ke Batam beberapa hari. Untuk gw, manusia yg sudah terbiasa dengan kehidupan tertib di Singapur, Batam tuh rada menakutkan. Yup yup. Tinggal di tempat yg sangat aman bikin gw jadi penakut. Perlu waktu lebih lama dari 3 hari utk adaptasi dengan keadaan di Indo.
Di Singapur jalan raya banyak dicat arrows dan different kinds of lines - straight, zig-zag, double lines, putih, kuning, dan juga different kinds of warnings. Kalo di Batam, jalan raya banyak nya... pot holes dan polisi tidur hehhe. Di Singapur banyak nya bus umum dan mobil" sedangkan di Batam banyak banget motor". Di sana naik taksi harus nawar bo, kalo di sini segala sesuatu diberi tau oleh mesin. Di sana nyari CD asli susah amit" di sini nyari CD asli di mana" juga ada. Di sana bokap pernah hampir ditodong orang. Di sini malem" sendirian di bawah utk duduk" baca buku juga tenang" aja. Bahkan cara berpakaian orang" aja beda. Di Batam rasanya lebih sederhana. Kita bisa makan di warung kayak makan di restoran puasnya.
Kadang" bingung, ga tau terlalu aman itu bagus ga sih. Soalnya bikin orang jadi ignorant dan kurang sensible pas di luar negri rasanya.
Kalo ke Indo gw suka kesederhanaan nya. Beach resorts and stuffs. Bleh. Turis gimmicks only rasanya. Buang" duit hohohoh...
5:34:00 AM